Tugas UTS
Djarwoto
41615110046
Rangkuman Jurnal
MINIMALISAI LIMBAH DI INDUSTRI KULIT DENGAN RECOVERY GARAM AMMONIUM DARI AIR LIMBAH PROSES DELIMING
Latar
belakang
1. Mengurangi konstribusi pencemaran
ke lingkungan dengan proses pengolahan yang lebih ekonomis yaitu berupa
meminimalisasi suspended solid pada proses primary terhadap penggunaan flokulan
serta minimalisasi kebutuhan oksigen dengan menghindari terbentuknya NO2
da NO3
yang berasal dari proses nitrifikasi senyawa nitrogen (NH4-N
organic terlarut)
2. Memanfaatkan garam ammonium (ZA)
sebagai bahan tambahan / supplemen unsur hara nitrogen untuk pupuk alternatif
(pupuk cair maupun kompos)
Hasil
dan pembahasan
1. Recovery garam ammonium dari air
limbah dengan kualitas TSS 1.050 mg/l, BOD
4.100 mg/l, NH3 - N 346 mg/l, menggunakan centrifuge kapasitas 150 liter, putaran motor
900 rpm dan waktu putaran 2 menit akan menghasilkan fitrat dengan kualitas TSS
430 mg/l, BOD 2.108 mg/l, NH3 -
N 284 mg/l. (removal
TSS 59.05 %, removal BOD 48.59 % dan recovery NH3- N 82.08 %)
2. Upaya minimalisasi sumber limbah
cair sebelum masuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan cara eleminasi
air limbah proses deliming, pada basis 1000 kg kulit kering, mampu mereduksi
biaya investasi total sebesar Rp. 5.376.123 (dari Rp. 298.671.249 menjadi
284.295.126) dan biaya operasional perhari sebesar Rp. 303.312 (dari Rp.
920.244 menjadi Rp. 622.516)
3. Hasil recovery garam ammonium dapat
dimungkinkan dimanfaatkan sebagai subtitusi unsur hara pada pupuk, terutama
pada pemenuhan unsur hara nitrogen.
Peluang
penelitian selajutnya
1. Studi kasus per kasus mengingat
proses kulit cukup bervariasi dengan konsekuensi limbah yang dihasilkan juga
bervariasi.
2. Tentang bahan hasil recovery
sebagai bahan supplemen unsur hara nitrogen untuk pupuk, mengingat macam dan
penggunaan pupuk sangat bervariasi tergantung kondisi lahan serta tanamannya.
Selain itu tidak dapat dimonitor dalam waktu yang singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar