Rabu, 21 Oktober 2015

Tugas UTS 
Djarwoto
41615110046
                                                               Rangkuman Jurnal
 MINIMALISAI LIMBAH DI INDUSTRI KULIT DENGAN RECOVERY GARAM AMMONIUM DARI AIR LIMBAH PROSES DELIMING

Latar belakang 
1.         Mengurangi konstribusi pencemaran ke lingkungan dengan proses pengolahan yang lebih ekonomis yaitu berupa meminimalisasi suspended solid pada proses primary terhadap penggunaan flokulan serta minimalisasi kebutuhan oksigen dengan menghindari terbentuknya NO2 da NO3 yang berasal dari proses nitrifikasi senyawa nitrogen (NH4-N organic terlarut)

2.         Memanfaatkan garam ammonium (ZA) sebagai bahan tambahan / supplemen unsur hara nitrogen untuk pupuk alternatif (pupuk cair maupun kompos)

Hasil dan pembahasan 
1.         Recovery garam ammonium dari air limbah dengan kualitas TSS 1.050 mg/l, BOD  4.100 mg/l, NH3 - N 346 mg/l, menggunakan  centrifuge kapasitas 150 liter, putaran motor 900 rpm dan waktu putaran 2 menit akan menghasilkan fitrat dengan kualitas TSS 430  mg/l, BOD 2.108 mg/l, NH3 - N 284 mg/l. (removal TSS 59.05 %, removal BOD 48.59 % dan recovery NH3- N 82.08 %)
2.         Upaya minimalisasi sumber limbah cair sebelum masuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan cara eleminasi air limbah proses deliming, pada basis 1000 kg kulit kering, mampu mereduksi biaya investasi total sebesar Rp. 5.376.123 (dari Rp. 298.671.249 menjadi 284.295.126) dan biaya operasional perhari sebesar Rp. 303.312 (dari Rp. 920.244 menjadi Rp. 622.516)
3.         Hasil recovery garam ammonium dapat dimungkinkan dimanfaatkan sebagai subtitusi unsur hara pada pupuk, terutama pada pemenuhan unsur hara nitrogen.

Peluang penelitian selajutnya 
1.         Studi kasus per kasus mengingat proses kulit cukup bervariasi dengan konsekuensi limbah yang dihasilkan juga bervariasi.
2.         Tentang bahan hasil recovery sebagai bahan supplemen unsur hara nitrogen untuk pupuk, mengingat macam dan penggunaan pupuk sangat bervariasi tergantung kondisi lahan serta tanamannya. Selain itu tidak dapat dimonitor dalam waktu yang singkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar