Sabtu, 17 Oktober 2015

Materi 2 
Djarwoto/41615110046

                                           APLIKASI STOIKIOMETRI

Definisi Stoikiometri
Stoikiometri (stoi-kee-ah-met-tree) merupakan bidang dalam ilmu kimia yang menyangkut hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia, baik sebagai pereaksi maupun sebagai hasil reaksi.
Kata stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoicheon yang artinya unsur dan metron yang berarti mengukur. Seorang ahli Kimia Perancis, Jeremias Benjamin Richter (1762-1807) adalah orang yang pertama kali meletakkan prinsip-prinsip dasar stoikiometri. Menurutnya stoikiometri adalah ilmu tentang pengukuran perbandingan kuantitatif atau pengukuran perbandingan antar unsur kimia yang satu dengan yang lain.

Untuk menyelesaikan soal-soal perhitungan kimia digunakan asas-asas stoikiometri yaitu antara lain persamaan kimia dan konsep mol. Pada pembelajaran ini kita akan mempelajari terlebih dahulu mengenai konsep-konsep stoikiometri, kemudian setelah itu kita akan mempelajari aplikasi stoikiometri pada perhitungan kimia beserta contoh soal dan cara menyelesaikannya.

Konsep Dasar
Rumus kimia suatu zat menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang terdapat dalam zat tersebut.
Rumus molekul menyatakan jenis dan jumlah atom dalam molekul itu.
Rumus empiris merupakan rumus perbandingan paling sederhana unsur-unsur dalam rumus.
Massa atom relatif (Ar) menyatakan perbandingan massa rata-rata satu atom suatu unsur .
Massa molekul relatif (Mr) adalah bilangan yang menyatakan harga perbandingan massa 1 molekul suatu senyawa.

Persamaan Kimia
Hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terdapat dalam persamaan kimia dapat diketahui dari persamaan kimia. Koefisien dalam persamaan kimia memberikan perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Contohnya :
                        
                                     2H2+O2 à2H20

Aplikasi Stoikiometri dalam perhitungan kimia dan kehidupan sehari-hari :
Perhitungan kimia
1. Pengubahan mol ke gram atau sebaliknya.
2. Pengubahan massa ke jumlah partikel rumus
     empiris dan rumus molekul.
3. Perhitungan mol zat-zat dalam persamaan kimia.
4. Perhitungan massa zat-zat dalam persaman
     kimia.
5. Pereaksi pembatas.
Kehidupan Sehari-hari :
1. Pengisian aki.
2. Gejala kapilaritas pada air.
3. Teori kinetik gas.
4. Kalorimeter.
5. Memanaskan/memasak air.

Contoh Soal :
Dari hasil analisis kimia yang dilakukan ditemukan bahwa cuplikan (contoh) senyawa yang bernama Hidrazin terdiri atas 87,42 % massa N dan 12,58 % massa H. Bagaimanakah rumus empiris dan rumus molekulnya?

Penyelesaian
Persen massa tersebut merupakan massa N dan H jika kita mengambil 100 g cuplikan hidrazin, sehingga dalam cuplikan itu terdapat 87,42 g nitrogen dan 12,58 g hidrogen. Tetapi subskrip dalam molekul hidrazin menunjukkan perbandingan mol sehingga kita harus mengubah massa ke mol.
Massa atom N adalah 14, dan 1 untuk H. Massa atom masing–masing unsur ini dapat digunakan untuk membuat faktor konversi. Perhitungan molnya adalah sebagai berikut:

             Mol N = ( 87,42 gN /14 gN )  x  1 mol = 6,24 mol
             Mol H = ( 12,58 gN /1 gN )  x  1 mol = 12,58 mol

Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa perbandingan jumlah mol atom N dan jumlah atom H dalam hidrazin 6,24:12,58. perandingan bilangan bulatnya adalah 1:2. dengan demikian rumus empiris hidrazin adalah NH2
Apakah rumus molekul hidrazin?
Rumus molekul menggambarkan jumlah atom tiap unsur dalam molekul senyawa. Rumus molekul merupakan kelipatan bulat (kelipatan satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya) dari rumus empiris. Oleh karena itu, rumus molekul hidrazin dapat dituliskan sebagai (NH2)x, dengan x sebagai bilangan bulat. Rumus molekul hidrazin baru dapat ditentukan apabila nilai x diketahui. Penentuan nilai x memerlukan data massa molekul relatif senyawa yang diperoleh dari percobaan.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa Mr(Hidrazin) = 32. Oleh karena itu, massa molekul relatif hidrazin dapat pula diungkapkan sebagai berikut:
             
                                   Mr(Hidrazin) = x [Ar(N) + 2Ar(H)]
                                          32 = 16x
                                            x = 2
Dengan demikian, rumus molekul hidrazin merupakan kelipatan dua dari rumus empiris hidrazin (NH2). Kesimpulannya adalah rumus molekul hidrazin adalah N2H4

Materi 1 (Materi dan Perubahan materi)

Tugas Materi 1
Djarwoto/41615110046
                    Materi Dan Perubahan Materi

1. Pengertian materi
2. Wujud materi
3. Ciri-ciri zat materi

4. Perubahan materi

1. Pengertian Materi
     Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai  massa
2. Wujud materi
    Suatu materi apapun bentuknya ada 3 wujud, yaitu padat,cair dan gas.
3. Ciri - ciri molekul zat
    Setiap molekul zat memiliki cirinya masing-masing,yaitu :
     3.1. Ciri Khas Molekul Zat Padat
           - Gaya tarik menarik sangat kuat
           - Susunannya berdekatan satu sama lain
           - Tidak bisa bergerak bebas
           - Gerak partikel bersamaan
           - Memiliki volume dan bentuk yang tetap
           - Tidak mempunyai sifat mengalir
      3.2. Ciri Khas Molekul Zat Cai
            - Gaya tarik menarik tidak begitu kuat atau lemah
            - Susunannya tidak beraturan
            - Jarak antar partikel berdekatan
            - Bergerak bebas berpindah-pindah tempat secara bersama
            - Memiliki volume tetap
            - Bentuk berubah
            - Mempunyai sifat mengalir
      3.3. Ciri Khas Molekul Zat Gas
            - gaya tarik menarik sangat kecil
            - susunannya sangat tidak teratur
            - letak antar partikel saling berjauhan
            - bergerak sangat bebas secara individu
            - bentuk dan volume berubah
            - mempunyai sifat mengalir
4. Perubahan Materi
    Ada beberapa perubahan wujud suatu zat yaitu :
    4.1. Melebur (Peleburan)
        Peleburan adalah suatu peristiwa perubaha wujud zat padat menjadi zat cair.
        Contoh :

        Proses Mencairnya Es batu menjadi air.
  4.2. Membeku (Pembekuan)
        Pembekuan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat cair menjadi zat
        padat.
        Contoh :
        Proses Pembuatan Es Batu dari air.
 4.3. Menguap (Penguapan)
        Penguapan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat cair menjadi
        zat gas.
        Contoh
        Penguapan air mendidih pada saat merebus air.
 4.4. Mengembun (Pengembunan)
        Pengembunan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi
        zat cair.
        Contoh :
        Pengembunan pada permukaan daun pada waktu pagi hari.    
4.5. Menyublim (Penyubliman)
       Penyubliman adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat padat menjadi  
       zat gas.
       Contoh :
       Proses penyubliman yang terjadi pada kapur barus.
4.6. Mengkristal (Pengkristalan)
       Pengkristalan adalah suatu peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi
       zat padat.
       Contoh :
       Pengkristalan pada proses pembuatan gula pasir.